Jumat, 30 September 2011

Akhirnya... Aku Menatapmu...

Pukul 10.00 WIB

Hiruk pikuk kesibukan warga di Kp. Bojong RT.04 RW. 01 Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi teralihkan oleh tangisan seorang bayi perempuan dengan berat2,5 Kg. Ketika suasana memanas karena persengketaan tanah wakaf masjid Al-barkah belum juga terselesaikan, seorang anak kecil memanggil-manggil ayahnya yang sedang memperjuangkan tanah hak masyarakat yang direbut oleh anak sang pewakaf tanah. "Abah... Abah... Ibu sakit perut, kayaknya mau melahirkan de bayi" teriak anak kecil itu parau...

Ya... itulah kakak perempuanku... Dengan sempoyongan ia berlari menuju balai desa tempat ayah berdebat dengan masyarakat desa, memperebutkan tanah yang telah diwakafkan seorang ulama beberapa tahun sebelumnya dan tanpa rasa bersalah anak pemilik tanah itu merebut tanah yang seharusnya telah sah digunakan bersama oleh masyarakat. Seketika perdebatan terhenti... meskipun keadaan sedang memanas, namun ayahku tak ingin ibu terlalu lama menahan sakitnya melahirkan. Ayah langsung mengambil sepeda motor tua nya, dengan menggendong kakakku, ia mengendarai motor dengan kecepatan penuh.

Sesampainya dirumah, tak terasa air mata ayah menetes mendengar tangisan bayi dari arah kamar ibu...
"Alhamdulillah... Anakku selamat..." Suara ayah parau. Ya... itulah tangisanku, tangisan penuh kebahagiaan buat abah dan ibu, meskipun aku anak yang tak disangka datang. Mengapa kukatakan demikian? Karena jarak antara aku dan kakak keduaku sangat dekat. Disaat kakakku masih membutuhkan asi, namun aku datang menjadi pengganti. Maafkan aku kak...

Lantunan Adzan ditelinga kanan dan kiriku mengingatkanku pada janji yang telah kuikrarkan pada Rabbku, janji bahwa aku muslim dan bersedia untuk mentaati segala perintah-Nya.

"Fifi Sri Ratu Afiyati" inilah anugrah pertama yang diberikan Ayah kepadaku. Anugrah yang kelak menjadi nama dan do'a untukku. Pernah suatu hari aku bertanya pada Abah makna dibalik nama yang menurutku berat diartikan. Sambil tersenyum beliau menjawab "kata 'fifi' berasal dari bahasa arab 'fi fiyyi', yang berarti 'didalam mulutku'. kata 'sri' pemberian dari kakek yang bernama basri, kata 'ratu' selain berarti pemimpin perempuan, juga merupakan marga keluarga kita yang berasal dari Banten, dan kata 'afiyati' berasal dari bahasa arab yang berarti 'keselamatan'. Secara keseluruhan namamu berarti didalam mulutku keselamatanku. Abah berharap kelak fifi menjadi pemimpin perempuan yang dapat memimpin dengan bijaksana dan selalu berhati-hati dalam bicara, karena fi fiik, 'afiyatak, didalam mulutmu keselamatanmu" tuturnya penuh kelembutan namun merupakan amanah yang sungguh berat. Keluargaku lebih sering memanggilku dengan sebutan 'Afiyah dan akupun lebih senang menuliskan namaku dengan nama Fifi 'Afiyah, yang merupakan panggilan sayang dari orang-orang yang tersayang.


26 Februari 1993, digubug derita penuh cinta ini aku lahir... Menatap dunia setelah sekian lama aku berada dalam rahim Ibu... Dunia...akhirnya aku  menatapmu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar